"Jangan Takut" Sebab Tuhan Beserta

Renungan Harian / 28 September 2026

Lori Official Writer
      97

Mazmur 56: 3-4

"Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"

 

Sebelum saya menulis renungan pagi ini, saya mencoba mencari tahu apa hal yang akhir-akhir ini sedang dihadapi banyak orang. Dan saya sampai pada satu hasil yang cukup mengejutkan - kondisi ekonomi, melemahnya rupiah dan banyaknya persoalan yang terjadi belakangan ini, membuat banyak masyarakat takut.

Tentu saja setiap kita ingin hidup dengan damai tanpa rasa takut atau cemas. Tapi dalam hidup, kita pasti akan berhadapan dengan dinamika hidup yang naik turun - keadaan bisa penuh tantangan dan tekanan. Tetapi pertanyaannya apakah kita bisa tetap merasa damai dan tidak takut meskipun berada di tengah situasi yang tidak baik-baik saja?

Alkitab menyebutkan kata "jangan takut" sebanyak 365 kali.  Sama dengan jumlah hari yang kita punya dalam setahun. Artinya, dalam satu hari kita selalu punya alasan untuk berkata kepada diri kita sendiri "aku tidak takut" dan seharusnya tidak ada ruang bagi "rasa takut" dalam hati kita.

Daud adalah sosok yang dengan percaya diri menyampaikan bagaimana dia menolak rasa takut menguasainya. Seperti disampaikan dalam beberapa ayat ini:

Mazmur 56: 3-4, "Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"

Mazmur 23: 4, "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."

Mazmur 27: 1 & 3, "TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itu pun aku tetap percaya."

Kita tahu ada banyak sekali situasi dan kondisi menegangkan terjadi dalam hidup Daud. Tapi bagaimana mungkin dia memiliki keberanian yang besar semacam itu? Inilah rahasia dari pengalaman iman yang sudah dia lalui Bersama Tuhan di masa lalu. Berulang kali dia menghadapi maut dan berulang kali dia menyaksikan imannya telah menyelamatkannya. 

Saudara, hari-hari ini Anda mungkin sedang melewati lembah  masalah, kehidupan yang tidak pasti, beban hutang yang mencekik, atau bahkan depresi dan keputusasaan. Keadaan itu memang menakutkan. Tapi mari mengingat kembali penyertaan dan kasih Tuhan yang pernah kita alami di masa lalu dan berkata seperti Daud: "Waktu aku takut, aku percaya kepada-Mu." Karena Tuhan yang menyertai Daud adalah Tuhan yang sama yang berdiri di sisi Anda hari ini.

 

Pertanyaan Refleksi:

1. Apa yang Anda takuti hari-hari ini?

2. Ketakutan terbesar apa yang sedang Anda hadapi akhir-akhir ini? 

3. Mari ucapkan doa yang sama seperti Daud: "Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut."

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?